13244645_1766206223663621_1895405889794148983_n

Perfilman Indonesia mendapatkan angin segar yang luar biasa. Setelah selang beberapa tahun, akhirnya di tahun ini, sebuah film Indonesia menembus 3 juta lebih penonton. Dialah AADC 2.

Film My Stupid Boss pun juga telah menyentuh lebih dari 700 ribu penonton dalam 5 hari. Gelagatnya, film komedi yang dibintangi Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari ini akan menyentuh lebih dari dua juta penonton.

Para pencinta dunia perfilman seperti Saya dan beberapa sahabat pun larut dalam diskusi-diskusi panjang via Group WhatsApp. Kami membahas dengan seksama, sebenarnya apa yang membuat sebuah film dapat melesat di pasaran.

Beberapa sahabat menitikberatkan pada brand yang dibangun. Sebuah film harus diangkat dari novel yang best seller, lalu kemudian di filmkan. Namun hal tersebut tidak terjadi pada AADC. AADC adalah origin story yang dibangun tanpa pendahuluan novel terlebih dahulu. Begitu juga dengan Comic 8, tanpa novel sama sekali.

Sebagian menitikberatkan pada proses marketing pra peluncuran film. Tetapi tidak sedikit film yang nyungsep walau di push sedemikian rupa. Tongkat Emas misalnya, proses pemancangan marketingnya sungguh luar biasa, namun penontonnya tidak dapat melebihi 500 ribu orang.

Artis pun menjadi titik sentris yang dipandang sensitif. Bintangnya harus OK. Kembali lagi, Tongkat Emas adalah film bertabur bintang, begitu juga Aisyah biarkan kami bersaudara, tapi keduanya harus bersabar atas respon pasar yang ada.

Lalu apa yang membuat sebuah film diterima oleh penonton?

Menurut pendapat Saya, film adalah Produk, dan produk yang direrima pasar adalah produk yang paling relevan bagi Pasar. Pasar memang membutuhkannya.

AADC 2 dan My Stupid Boss adalah dua film yang memiliki relevansi yang teramat tinggi dengan masyarakat menengah Indonesia. Keduanya berhasil menangkap relevansi yang terjadi untuk kemudian mendorong penonton untuk mendorong sahabatnya untuk menonton.

Kisah AADC 2 memang menusuk fakta kelas menangah hari ini. Cinta, komitmen dan kegalauan. Segmen penonton kelas menengah yang berada di usia jelang nikah tentu mengalami kegalauan saat melangkah menuju jenjang komitmen pernikahan. Begitu juga institusi pernikahan yang hari ini ramai dibayang-bayangi informasi tentang mantan. Semua itu membuat film AADC 2 ini berhasil menggaet perasaan konsumen.

AADC 2 juga mengangkat geng persahabatan wanita yang melegenda : Geng Cinta. Seperti yang kita tahu, wanita memiliki karakter berkelompok dan solid dalam jangka waktu yang cukup panjang. Relevansi ini kemudian diambil oleh Mas Riri dan Mbak Miles, jadilah ramuan AADC 2 yang kemungkinan dapat menembus lebih dari 4 juta penonton.

Sama hal dengan My Stupid Boss. Film ini menghadirkan sosok seorang Bos yang menggemaskan. Kelas menengah yang diisi oleh segmen pekerja, merupakan sasaran empuk My Stupid Boss.

Tidak bisa dipungkiri, lingkungan kerja yang dihadiri oleh beragam makhluk terkadang menghasilkan satu atau dua sosok ajaib. Mereka menguji kesabaran teman-temannya. Terlebih lagi jika sosok abnormal tersebut berada pada posisi yang lebih tinggi. My Stupid Boss kemudian menjadi sebuah hiburan pelampiasan emosi jiwa. Disanalah kemudian penonton dibawa terbahak-bahak selama 2 jam, menertawakan adegan, baik adegan di film, maupun adegan hidupnya di kantor. Relevan sekali.

*****

Sudah sejak bulan Februari Saya memulai berbincang dengan Billionaire Coach milik mas Dewa. Diskusinya sederhana, program Edukasi apa yang sekiranya Saya harus deliver ke Pasar. Mengingat Sangat banyak pemahaman yang dapat Saya sampaikan.

Billionaire Coach sukses dengan Modul Mahir CopyWriting nya. Mengapa? Karena memang ilmunya relevan. Dunia penjualan online yang dominan texting ini menuntut kekuatan komunikasi pada rangkaian text penawaran. 1300 member membayar dan mendaftar. Jawabannya sederhana, sukses karena Relevan.

Akhirnya Saya pun mencoba mencari “titik perih” para pebisnis. Apa akar masalah dari bisnis? Apa yang sekiranya menjadi bahasan yang dapat diterima oleh setiap pebisnis? Apa titik penyebab seseorang dapat melesat atau terhambat bisnisnya?

Jawabannya adalah pemahaman pebisnis akan Aksara Finansial. Bagi Pebisnis, ini adalah hal yang paling Relevan.

Alhamdulillah, walau baru di launching tanggal 30 Mei, sudah hampir 1000 orang yang telah mendaftar dan siap membayar untuk mengikuti www.MelekFinansial.co, angka yang tidak kami sangka-sangka. Padahal kami baru melakukan serangan lasar tahap 1. Kami belum hadir dengan kekuatan penuh. Alhamdulillah.

Sekali lagi, kunci berhasilnya produk Anda terletak lada pertanyaan sederhana, “Apakah Produk yang kutawarkan relevan dengan pasar yang ada?”

Rendy Saputra
CEO KeKe Group
Http://teraskeke.com
Mentor www.MelekFinansial.co

*****

Share tulisan ini dengan hestek ?#?SharingZidClub? – dapatkan voucher belanja sebesar Rp 75.000,00 di TerasKeKe.com (diundi)

Zid Notes :

Terima Kasih atas like, comment dan share Anda. Respon Anda insyaAllah menginspirasi kami untuk terus bergerak.

1. Ikuti tulisan Kang Rendy setiap hari via FB dengan bergabung di Group Zid Club. Klik http://bit.ly/zidclub | GRATIS

2. Dapatkan tulisan Kang Rendy melalui WhatsApp dengan mendaftarkan diri via WA ke 081288407094. Ketika nama – profesi – domisili. | GRATIS

3. Silakan akses seluruh tulisan yang pernah Kang Rendy tulis di http://keke.co.id/category/ceowords | GRATIS

4. Tersedia Group WhatsApp premium yang langsung dikelola oleh Kang Rendy. Info lebih lanjut hubungi 081288407094. | Berbayar

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
Andai Dia Tahu
TAKUT ANGKA, JANGAN BERBISNIS

Tagged on:                                                 

Comments