CEO Words

Kamis, 23 April 2015

 

Quartal akhir 2012, seorang kenalan tiba-tiba mengirimkan pesan lewat BBm kepada Saya..

 

“Assalamu’alaikum, Kang, Saya bisa ketemuan gak? Penting kang.. Saya sedang kena musibah…”

 

Ingatan Saya langsung tertuju pada program investasi yang Dia sering sampaikan. Berperan sebagai mediator program pengadaan komputer seseorang, kenalan Saya ini kemudian berhasil mengumpulkan miliaran rupiah dana kawan-kawannya. Saya langsung menyangka tajam..

“Kenapa bro? Ketipu ya?” Tanyaku tajam..

Dengan cepat dia Membalas..

“Iya kang, dia lari… Saya bingung kang…”

***

Selang beberapa hari, Saya bertemu dengannya, sebagai seseorang yang saat itu sebenarnya punya masalah yang sama, namun berbeda besaran, saya mengerti sekali perasaannya saat itu.

Sesosok pria yang baru saja menikah seminggu, harus menghadapi kejaran ratusan orang, cacian dan ditinggalkan teman-teman. Beberapa pertemuan dengan pihak kepolisian pun dilangsungkan, antara menjadi korban dan tertuduh menjadi sindikat jaringan pun berhembus. Namun Saya yakin dia benar-benar tertipu.

Tubuhnya lunglai, matanya pun sembab tak berenergi, darisini lah Saya memutuskan untuk menjadi sahabatnya. Badannya pun ku peluk erat.. dan kukatakan tegas padanya..

“Udah bro, dari saat ini, Kang Rendy adalah kakakmu. Akang ada kelas bisnis konsultan ke Bogor, kamu ikut belajar aja, nanti akang kenalin ke Guru akang, kita belajar bareng…

Akang juga ada sesi temu dengan klien-klien bisnis konsultan, kamu ikut aja. Akang lagi megang KeKe busana, kamu ikut aja ketemu Bunda, lihat bagaimana akang bekerja.

Intinya, kamu harus semangat, jangan sendirian, berkumpul, akang siap nemenin”

Alhamdulillah, beberapa minggu berselang, Saya menemaninya, mengetahui segala proses yang ada.

Sebuah pertanyaan yang Saya tak pernah lupa adalah…

“Kang, kata istri Saya, Saya ini gak pede, istri Saya selalu mencontohkan akang, dengan masalah yang sama, akang tetap Pede.. apa rahasianya..”

Saya hanya menjawab sederhana..

“Bro.. kalo kamu sayang sama teman-teman yang sudah kamu lukai, kalo kamu memang mau balikin utang-utangmu.. kamu gak punya apalagi kecuali dirimu.

Kita gak punya apa-apa lagi, kecuali iman di hati, kalo Allah sudah turun, insyaAllah beres..

Bro, mantapkan keyakinanmu.. benahi pola fikirmu.. dari situ kekuatan aksi akan mengalir”

Walau belum sempurna, dengan keras aku semangati dirinya, walau sebebarnya, nasehat itu untukku juga.

Utang hampir 8M membelit dirinya, keluarga muda, semua harta awal disita, berat sekali. Setiap hari harus didesak dan diteror tanpa henti, aku ragu apakah ia bisa bertahan, namun Aku selalu berharap yang baik kepadanya.

 

***

 

Hari ini, sosok itu tetap terlilit hutang, namun dengan beberapa ratus juta yang sudah terbayar…

 

Dari sosok yang tidak percaya diri, dia menyeruak menyinari sahabat-sahabat lainnya. Dia bergerak dengan bakat dan kemampuannya. Saranku agar dia menempuh jalur edukasi bisnis dijalani tanpa ragu. Sebuah langkah 100% ditempuh. Hampir selusin buku ditulis dan berbagai forum bisnis dihadiri.

 

Dari pengamatanku, ratusan UKM terinspirasi dari ide-ide nya tentang dunia penjualan. Hari ini, dia belajar tanpa henti, dan mendedikasikan dirinya untuk kebaikan banyak orang.

 

Betapa aku haru, ketika aku melihat dirinya berbagi di Hongkong. Bukunya yang ratusan ribu pun laku keras. Ribuan eksemplar terjual habis.

 

Jauh dari sangka akan jatuh, dia ternyata bangkit dengan mantap.

 

Jauh dari sangka akan berhenti, dia ternyata terus melangkah tanpa henti.

 

Jauh dari sangka akan terjerembab, ternyata dia memutuskan untuk terus mendaki.

 

Dialah Dewa Eka Prayoga

 

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
Orang Baik Sangat Banyak
Bukan Perkara Besarnya Anggaran

Comments