CEO Words 291015

CEO Words 291015

Ketika seseorang gagal melakukan penjualan, hampir semuanya berfikir tentang si pembeli.

“Oke deh dia gak mau beli”
“Hmm, mungkin dia lagi belum punya uang”
“Ya sudah, dia bukan jodoh saya”
“Oke deh, usaha lagi, mungkin segment nya gak pas”

Tapi sedikit yang mengevaluasi dirjnya sendiri,

“Hhmm, apakah produk Saya memang pantas dibeli ya?”
“Produk Saya sudah punya value belum ya?”
“Kalo sampe dia gak beli, mungkin ada yang salah sama produk saya”

•••

Sejatinya, kita memabg tidak sedang menjual barang dan jasa. Yang kita jual adalah manfaat yang ada didalam barang dan jasa tersebut

Saat kita beli obat, kita tidak beli obatnya, kita beli khasiatnya. Maka bagi Anda yang jualan obat, fokuslah pada khasiat.

Saat kita membeli baju, kita tidak beli kainnya, tapi yang kita beli adalah keindahannya, kenyamannya dan persepsi atas brand baju tersebut.

Saat kita membeli makanan, kita tidak hanya sekedar membeli kenyang. Namun kita membeli kelezatannya, suasana tempat makan, pengalaman saat makan dan hal-hal yang bisa jadi ada di luar makanan.

Fokuslah pada “Value” nya, nanti uang datang sendiri. Karena uang adalah alat simpan nilai. Maka, jika manusia ingin mendapatkan nilai/manfaat, manusia akan rela memnukarkan uangnya dengan apa yang kita tawarkan.

Jika apa yang kita tawarkan tidak mereka beli, itu berarti apa yang kita tawarkan memang belum ada nilainya.

Semoga jadi renungan kita semua.

Read – like – share

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
SOLUTIVE VS DISRUPTIVE
Ubah Market jadi Marketer

Comments