AhAErkERjHsTun9UXQAG-PQmBVTJhnigUxQnT8Vte-on

CEO Words 271015

Seorang pebisnis sering menganggap bahwa toko yang dia miliki adalah aset. Pemikiran tersebut tidak begitu salah, karena seperti itulah sebuah toko dicatat dalam pembukuan, ia diletakkan dalam kolom Aktiva.

Namun, jika kita merujuk pada definisi aset secara filosofi, bahwa Aset adalah kekayaan yang MENGHASILKAN. Dan dari filosofi itu, kita menemukan bahwa pelangganlah yang harusnya disebut sebagai aset.

Kita bisa kehilangan Toko, kehilangan barang dagangan dan kehilangan aset fisik lainnya, namun ketika kita masih memiliki pelanggan, maka bisnis terus akan berjalan. Karena pasar masih ada, orang lain akan terus membantu kita sepanjang kita dapat membuktikan eksistensi pelanggan yang kita miliki.

Berbeda jika Toko masih ada, pabrik masih ada, inventory masih ada, namun ketika kita sudah kehilangan pelanggan, maka bisnis kita dapat dipastikan “berakhir”. Karena ketiadaan pelanggan, ketiadaan pembeli, berarti ketiadaan penjualan.

Perlu ada sudut pandang baru dalam melihat pelanggan. Di era persaingan bisnis yang semakin menggila seperti ini, Pebisnis perlu memposisikan pelanggan sebagai aset yang paling berharga. Disanalah uang berada dan darisanalah uang mengalir.

Mari tengok cara kita berbisnis, sudahkah kita memperlakukan pelanggan dengan baik? sudahkah kita membukukan data pelanggan kita? Sudahkah kita merawat pelanggan kita?

Salam..

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
Ubah Market jadi Marketer
Karunia Pagi, Karunia Pagi

Comments