Mereka pun Kerja Keras
Oleh Rendy Saputra – 24 Nopember 2014

Jumat Sore, saya menerima email undangan dari salah satu TV nasional untuk mempresentasikan program ususlan yang saya layangkan. Jadwalnya senin sore, 24 nopember 2014, jam 17 sore di kantor pusat TV tersebut.

Saya pun langsung membayangkan, kira-kira apa yang ingin Saya presentasikan, beberapa imajinasi tentang visual presentasi sudah jeals di benak Saya. Namun masalahnya, waktu saya sempit untuk mengerjakannya.

Jumat malam Saya ada agenda ta’lim. Di Sabtu pagi, Saya mengisi wardah goes to campus. Sabtu siang, keluarga Saya sedang berkunjung ke Bogor. Sabtu malam kami bercengkrama. Ahad pagi, Saya sudah janji sama anak-anak, untuk menemani mereka bermain. Ahad malam, Saya harus meeting dengan komisaris KeKe tuk merencnakan langkah-langkah kedepan. Dan esoknya sudah senin.

Pilihan Saya tinggal malam senin. Meeting dengan komisaris pun selesai. Sesampainya di rumah, waktu menunjukkan jam 23.30. Saya pun menyalakan laptop dan mencoba koneksi modem. Dan fakta yang adalah : Modemnya tidak bisa terkoneksi.

***

Waktu telah menunjukan jam 00.00. tanggal di gadget sudah berganti ke tanggal 24. Saya sadar bahwa hari sudah masuk ke hari senin. Dan sore harinya Saya harus presentasi.

Senin merupakan hari padat di KeKe busana. Senin pagi, Saya harus memimpin Senin Seger. Sebuah program alignment day bagi seluruh karyawan. Maka saya tidak punya pilihan, Saya harus kerjakan presentasi saya tengah malam.

***

Sejurus kemudian, saya keluar rumah, berkendera menuju pencarian jaringan wifi di sebuah restoran cepat saji 24 jam. Jujur diri ini sangat lelah. Saya benar-benar bekerja keras mengelola kelelahan jiwa dan hati saya.

Namun tiba-tiba, semua lelah saya mendadak sirna. Di restoran tersebut, sangat banyak muda mudi yang nongkrong menghabiskan malam. Mereka bercengkrama menunggu pagi. Hal obrolannya pun tidak begitu penting. Mereka ternyata memilih tidak tidur. Entah apakah paginya mereka kuliah atau tidak, bekerja atau tidak. Namun mereka ternyata sangat bekerja keras untuk melakukan hal yang sia-sia.

***

Sobat Kubiline, terkadang kita merasa lelah mengerjakan bisnis, mengejar tanggung jawab yang harus kita selesaikan pada customer. Ada satu dua masa didalam hidup kita, kita harus kekurangan waktu tidur. Dan banyak diantara kita yang kelelahan tiada tara.

Perkenankan saya memberi pandangan lain. Jika seseorang mau bekerja keras untuk melakukan yang tidak berguna, jika seseorang rela tidak tidur untuk melakukan hal yang sia-sia, dan jika seseorang sangat serius mengerjakan keburukan dalam hidupnya. Lalu, mengapa Anda yang sedang mengerjakan kebaikan, harus kelelahan?

Mengapa Anda yang jelas-jelas bekerja untuk kebermanfaatan harus merasa lelah? Mengapa Anda yang memang bekerja untuk menfakahi keluarga Anda merasa bosan? Mengapa Anda yang memang melakukan hal mulia terkesan cepat lelah?

Kita harus banyak melihat keluar, bahwa banyak orang yang mengeluarkan energi untuk hal yang sia-sia. Lalu, mengapa kita perlu lelah?

“Jangan lelah ke Surga, karena banyak yang bekerja sangat serius tanpa lelah ke selainnya” [KR]

KERJA KERAS

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
Membentuk Selera Pasar ala NET TV
Lee Kun Hee Samsung, Bisnis Mazhab Produk

Comments