13226697_1766233586994218_2100235641569146108_n

Sebuah model bisnis dibangun dari tiga pondasi utama : produk – kanal distribusi – market. Di titik kanal distribusi, beberapa entitas bisnis berbeda cara, ada yang memilih menggunakan kanal yang sudah exist dengan konsinyasi, ada yang memilih membangun outlet di setiap wilayah, ada yang memilih mengangkat Agen Penjualan dan ada juga yang memilih untuk melakukan penjualan direct to counsumer. DtoC.

Tidak ada yang paling benar dan tidak ada yang paling salah. Yang penting PROFIT.

Brand KeKe dimulai sejak tahun 2006. Selama 10 tahun ini, KeKe Busana memilih jalur kemitraan sebagai kanal distribusi produk KeKe Group. Kami memilih untuk membangun jaringan distribusi melalui toko-toko busana muslim yang tersebar di daerah. Kami pun tidak menutup diri dari para pebisnis yang memilih untuk berjualan secara personal.

Ditengah pilihan kami ini, tidak sedikit sahabat yang mencoba menguji kekokohan pilihan kami,

“Mengapa tidak membangun jalur distribusi sendiri, mengapa tidak bangun toko sendiri, lebih bisa diatur, profit juga besar, bisa dikendalikan, brand juga tertata, gak semaunya”

Kalimat itulah yang mendorong Saya menulis tulisan ini. Menurut Saya, kalimat diatas perlu kita uji secara mendalam.

*****

Ide membangun toko sendiri memang indah. Sebuah brand bisa mengontrol gerakan pasarnya sendiri. Layananpun dapat di standardisasi, karena toko-toko tersebut adalah own-outlet dari sebuah brand. Angka penjualanpun dapat dikuasi sepenuhnya oleh principal. Tidak perlu potong diskon, karena memang toko sendiri.

Baiklah.. ?#?TarikNapas?… mari kita bahas.

Bisnis adalah aktivitas mencetak profit, bukan sekedar mencetak sales. Ini yang terkadang dilupakan oleh sebagian orang. Artinya, sales yang tinggi, tidak serta merta menghasilkan profit yang tinggi.

Membangun Toko sendiri artinya melakukan akuisisi pada properti : entah sewa atau membeli. Di titik sewa, kapital akan tergerus menjadi cost. Dan di titik membeli, cash akan terkunci di asset fisik. Dan jika pun memilih Kredit Kepemilikan tempat usaha, cicilan pun akan menjadi beban. Intinya, membangun toko sendiri berarti harus siap dengan besarnya ongkos operasi!

Memang benar, memiliki toko sendiri akan memberikan penguasaan pada gross profit produk. Tapi apakah gross profit tersebut mampu membayar biaya operasi yang terjadi? Bagaimana dengan biaya karyawan, biaya tempat, biaya listrik dan berbagai biaya yang terlibat di Toko. Jangan sampai kita memiliki toko sendiri akibat emosi jiwa : “gengsi”.

Berbeda dengan konsep kemitraan yang kami pilih. Menurut kami, hal ini lebih mendukung pada semangat sharing economy. Kekayaan lebih terdistribusi secara merata, karena pihak Agen yang menjualkan KeKe akan mendapatkan gross profit dari penjualan. Makin banyak berjualan, makin besar gross nya.

Inilah semangat Gojek, semangat UBER, semangat startup hari ini. Mereka hadir dengan semangat kolaboratif, sinergy, dan low cost. Dan itulah yang kami pilih.

Beberapa mitra kami bahkan cukup memakai ruang tamu untuk berjualan, bahkan sebagian yang lain memilih untuk tidak memakai area display sama sekali. Mereka hanya berbekal android, lakban, sampul kemasan, dan kertas tempat menulis alamat pengiriman. Sahabat Agen yang lain pun melayani pesanan tetangga via bertemu di pekarangan sekolah atau di wahana arisan RT. Sangat-sangat efisien sekali. Dan dengan cara inipun, sales terjadi, dan profit terjadi.

KeKe Group memilih slim operation method. Kami bekerja dengan SDM internal yang tidak lebih dari 20 krang untuk kemudian “membayang-bayangi nusantara”. Bagi kami, punya toko sendiri memang “gaya dan bergengsi”, namun punya “profit” yang dapat ditarik dalam bentuk cash lebih dari segalanya. Bagi kami, tidak mengapa kami harus menganggarkan diskon yang sangat besar ke jaringan penjualan kami, toh merekalah ujung tombak perdagangan kami, dan keyakinan ini telah teruji selama 10 tahun terakhir.

Kami menghindari jebakan perasaan. Langkah bisnis adalah langkah akal sehat. Berbisnis adalah langkah rasional. Mana langkah yang dapat mencetak profit lebih banyak, maka langkah itulah yang ditempuh. Walaupun langkah tersebut tidak “bergengsi” tidak “gaya”, tidak “wah”. Langkah bisnis yang tidak berdampak bagi profit, lebih baik dilupakan atau dipeti es kan.

*****

Hari ini KeKe Busana memiliki jaringan sebanyak 500an Agen di seluruh Indonesia. Kami cukup berfokus pada beberapa hal yang fundamental.

– Bagaimana Agen yang ada dapat tersupply dengan baik (sorry ya, lagi pada ribut kehabisan KeKe ya? Sabar…)

– Bagaimana agar Agen-Agen existing kami terus diupgrade baik dari segi fisik outlet maupun kemampuan bisnis.

– Bagaimana Agen kami hadir merata di seluruh Indonesia sehingga akses produk ke kanal outlet mudah terjadi.

Tanpa toko sendiri, tanpa bangun cabang, tanpa keluar biaya “gengsi” yang gak ada dampaknya pada scoreboard. Bismillah. Mohon doakan Keake Group. Agar dapat terus beemanfaat bagi sesama.

Jadilah Rasional… Jangan Emosional…

By the way, Anda akan lebih mudah menjadi Rasional jika Anda mampu menbaca Financial ScoreBoard bisnis Anda. Semua berawal dari data, bukan rasa.

Rendy Saputra
CEO KeKe Group
Mentor www.MelekFinansial.co

*****

Share tulisan ini dengan hestek ?#?SharingZidClub?, dapatkan kejutan dari KeKe Busana bagi Anda yang beruntung.

Zid Notes :

Terima Kasih atas like, comment dan share Anda. Respon Anda insyaAllah menginspirasi kami untuk terus bergerak.

1. Ikuti tulisan Kang Rendy setiap hari via FB dengan bergabung di Group Zid Club. Klik http://bit.ly/zidclub | GRATIS

2. Dapatkan tulisan Kang Rendy melalui WhatsApp dengan mendaftarkan diri via WA ke 081288407094. Ketika nama – profesi – domisili. | GRATIS

3. Silakan akses seluruh tulisan yang pernah Kang Rendy tulis di http://keke.co.id/category/ceowords | GRATIS

4. Tersedia Group WhatsApp premium yang langsung dikelola oleh Kang Rendy. Info lebih lanjut hubungi 081288407094. | Berbayar

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
CELAH PASAR ITU BERNAMA LUKA
Andai Dia Tahu

Tagged on:                                             

Comments