13627061_1788036854813891_8824429032597056544_n

Akhir-akhir ini, salah satu video pengajaran saya di MelekFinansial.co mendadak viral dengan angka penayangan hingga 480 ribu kali lebih. Dan sekarang pun masih bergulir. Video tersebut kemudian di reupload oleh mas Dewa Eka Prayoga disini :

https://m.facebook.com/story.php…

Saran Saya, sebelum membaca artikel berikut ini, alangkah baiknya Anda menonton video tersebut terlebih dahulu.

*****

Semangat dasar dari paparan Saya di video tersebut adalah organic growth atau pertumbuhan organik. Sudah setahun terakhir Saya melakukan riset sederhana atas organisasi yang Saya pimpin : KeKe Busana. Temuan Saya, pertumbuhan organik memiliki banyak kelebihan ketimbang pertumbuhan sintetik.

Tentu Anda bertanya-tanya, apa itu pertumbuhan organik dan sintetik?

Pertumbuhan organik adalah pertumbuhan modal kerja berbasis pada laba ditahan atau retained earning. Sebuah bisnis membesar dengan cara terus menerus menabung laba dalam kurun waktu yang cukup panjang. Cara ini memang terhitung lamban, namun kekuatannya akan Saya bahas dalam beberapa saat kedepan.

Berbeda dengan pertumbuhan sintetik, sebuah bisnis membesar dengan cara suntikan modal kerja dari pihak ketiga. Cara ini bukan berarti salah, ada banyak unit usaha yang memakai cara ini dan berhasil bertumbuh sehat, namun tidak sedikit yang mengalami kegagalam dalam mengelola pembesaran bisnis yang begitu cepat.

Dalam video diatas, Saya mengumpamakannya seperti Ayam Broiler vs Ayam Kampung. Ayam Broiler yang tumbuh secara sintetik relatif tidak kuat menahan kondisi lingkungan yang ekstrem. Berbeda dengan ayam kampung yang mencari makan secara alami. Walau waktu pembesarannya cukup lama, namun kekuatan Ayam kampung menghadapi keadaan lingkungan lebih kuat dibandingkan ayam broiler. Bagi kita sebagai konsumen, memakan ayam kampung juga lebih sehat.

*****

Saat video ini beredar dan akhirnya memiral di FB, banyak sahabat yang kemudian bertanya dan sedikit keberatan dengan ide Saya,

“Kelamaan Rend, keburu pasarnya diambil orang”

“Bisa gak rend, organik tapi cepat?”

“Yaelah Rend, hari gini pake cara nabung laba, kapan besarnya bro?”

Hampir semuanya tidak bisa bersahabat dengan waktu dan proses, maka ijinkan Saya untuk menjelaskan mengenai dampak positif dari panjangnya proses pertumbuhan.

1. Matangnya Organisasi

Institusi bisnis adalah sebuah organisasi. Ada sekumpulan manusia yang terkordinasi untuk kemudian bekerja dalam mencapai tujuan bersama. Maka, kokohnya sebuah organisasi adalah kokohnya bisnis itu sendiri.

Didalam organisasi ada manusia. Mereka tak hanya berkerumun namun juga mereka berkordinasi satu dengan yang lain. Mereka dipimpin dan memimpin. Mereka juga mengerjakan sebuah tugas yang spesifik dan saling terkait.

Kompleksitas ini membutuhkan waktu untuk merekat. Seorang business owner harus cerdas dalam membangun value dan culture bersama.

Nah, panjangnya waktu proses akan membantu organisasi Anda mematang terlebih dahulu, sebelum membesar terlalu cepat. Orang-orang didalam organisasi Anda akan terbiasa dengan budaya yang Anda pancang. Budaya bisnis pun dapat dibangun secara kokoh dalam ruang lingkup yang kecil. Sebelum kemudian ruang lingkupnya membesar.

Misalnya, Anda memiliki warung bakso. Dengan pola menabung profit, tentu Anda membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan modal guna membangun outlet kedua. Bisa jadi Anda menghabiskan dua hingga lima tahun untuk mengumpulkan modal.

Didalam waktu yang panjang ini, secara Anda tidak sadari, organisasi Anda makin matang. Orang-orang kemudian terbiasa dengan proses bisnis yang harusnya dilakukan. Mereka pun paham bagaimana melayani pelanggan.

Hal ini berbeda jika Anda membesar cepat dengan tanpa perhitungan. Misalnya, baru 1 tahun berjalan, Anda langsung menggunakan dana pihak ketiga untuk membangun outlet kedua. Maka Anda akan berhadapan dengan resiko ketidak-matangnya organisasi.

Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi branch manager di outlet kedua? Apakah orang tersebut sudah terbentuk secara nilai dan budaya sesuai harapan Anda? Apakah orang tersebut memahami bagaimana menjalankan bisnis warung bakso khas Anda? Apakah orang tersebut siap?

Membentuk calon branch manager untuk outlet kedua akan sangat efektif apabila Anda membentuknya sedari masa pertumbuhan outlet pertama.

2. Mengakarnya Pasar

Proses yang panjang dalam membesarkan bisnis juga secara alami mengokohkan posisi Anda di benak pasar. Kembali ke logika warung bakso. Jika Anda membangun kualitas dan pelayanan dalam tiga sampai lima tahun di tempat yang sama, dengan brand yang sama, maka Anda telah membangun brand di benak pasar dalam waktu yang cukup.

Secara alami, pasar akan mengenal Anda. Secara alami, pasar akan merekomendasikan produk Anda. Secara perlaha, pasar Anda membesar secara organik. Dan akan ada beberapa orang yang mulai bertanya,

“Kapan buka cabang dekat rumah Saya pak, kejauhan kalo disini”

Ketika banyak orang yang sudah mengenal produk Anda, maka, ketika Anda membuka cabang kedua, pasar potensial Anda sudah terbentuk dan penjualan akan tercipta.

Hal ini berbeda jika Anda mempercepat proses pertumbuhan. Dalam jangka 1 tahun setelah outlet Anda laris bukan main, Anda lalu membuka outlet kedua di jarak yang cukup jauh dari outlet pertama.

Outlet kedua berarti daerah yang baru. Daerah baru berarti market yang baru. Pertanyaannya, apakah market sudah terbentuk? Apakah performa sales outlet kedua bisa sama dengan outlet pertama?

Inilah yang tidak disadari oleh sahabat yang gandrung dengan pertumbuhan sintetik. Potensi pasar jarang menjadi bahasan. Dan seringnya, hadirnya outlet kedua malah menjadi masalah baru karena outlet kedua selalu mencetak loss yang menggerogoti outlet pertama.

Pesan Saya sederhana, nikmati prosesnya, panjangnya waktu pertumbuhan organik adalah waktu dimana pasar mengenal dan terikat dengan produk Anda. Biarkan market Anda mengakar terlebih dahulu.

3. Sehatnya Keuangan

Poin ketiga yang Saya catat tentang pertumbuhan organik adalah sehatnya keuangan Anda.

Dengan modal sendiri, Anda tidak terkejar cicilan fix ke lembaga finansial manapun. Dengan modal sendiri, Anda juga tidak terkejar pertanggung jawaban keuangan ke investor. Karena modal kerja Anda bersumber dari laba yang Anda tahan.

Ketika pasar lesu, Anda cukup menekan angka produksi, Anda dapat bersahabat dengan angka sales yang menurun, selama beban operasi bisa Anda kejar.

Saat pasar lesu, Anda dapat menenangkan diri terlebih dahulu. Anda cukup menunggu semua inventory Anda menjadi cash, berdiam diri sejenak, tenangkan fikiran, untuk kemudian mengatur langkah. Hal ini dapat Anda lakukan jika Anda tidak punya kejaran cicilan.

Namun ketika hutang Anda tidak terkendali dan bahkan lebih besar dari equity. Anda relatif akan terus berfikir untuk bagaimana cicilan dapat terbayar. Kondisi ini berbahaya apabila kondisi pasar mengalami penurunan. Tidak sedikit pengusaha yang kemudian gelap mata melangkah akibat pertumbuhan sintetik.

*****

Sahabat, video dan tulisan ini Saya hadirkan untuk menjelaskan tentang barokah dari panjangnya waktu dalam pertumbuhan organik. Bersabarlah akan waktu. Seoarang bayi yang sehat haruslah mengalami 9 bulan di kandungan. Ketika Anda memaksanya dalam waktu 3 bulan, Anda hanya akan mendapatkan kematian.

Lalu apakah pertumbuhan organik dapat dipercepat secara alami?

Topik Bertumbuh Alami dan Cepat akan saya sampaikan dalam President Summit Genpro di Bandung pada akhir bulan Juli ini. Saya masih menunggu kepastian kabar dari panitia. Jika sudah dapat dipastikan, Saya akan membawakan topik “Organic Growth; Stronger and Faster”. Semoga nanti ada video nya.

Selamat bertumbuh organik, tanpa pestisida!

Rendy Saputra
CEO KeKe Busana
Mentor www.MelekFinansial.co

*****

Daftarkan diri Anda ke http://bit.ly/daftarzidclub – dapatkan konten eksklusif dari Zid Club

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
TENTANG BAPAK
STRATEGI BARU MD ENTERTAINMENT

Tagged on:                                                 

Comments