13600291_1785469978403912_3667885223985183613_n

Diawal 2015, secara tidak sengaja Saya meluncurkan buku #?#?DuaKodiKartika?. Sebuah kumpulan tulisan Saya tentang berbagai pembelajaran bisnis dan hidup yang Saya dapatkan dari pemilik KeKe Busana : Bunda Ika Kartika.

Saat buku ini hadir, Saya tidak begitu melakukan aktivitas marketing yang serius. Buku ini secara natural bergerak begitu saja. Tak terasa sudah setahun buku ini beredar, dan Saya banyak mendapatkan respon positif dari pembaca.

Komentarnya pun senada,

“Gak nyangka, judulnya sederhana tapi isisnya dalem”

“Ini Saya baca bukunya karena direkomendasiin sama temen, kenapa gak dimarketingin secara serius? Kalo mulut ke mulut kan lama.”

“Bagus bukunya, bahasanya mengalir, enak dibaca, dan pelajarannya banyak banget”

Respon-respon positif tersebut kemudian Saya endapkan. Dan mendorong Saya untuk berfikir kembali untuk mengangkat buku ini.

Hingga akhirnya Saya belajar ilmu marketing dari pak Subiakto Priosoedarsono, bahwa brand adalah soal ikatan emosi antara customer dan produk.

Saat orang memakai Harley Davidson, mereka merasakan jiwa freedom yang luar biasa. Ferarri berbicara tentang speed, Rolex tentang kemewahan, Starbuck tentang seen and to be seen.

Kembali ke Brand KeKe, nama brand ini diambil dari kata keukeuh yang dalam bahasa sunda artinya tetap, ngotot, dan bersikukuh atas tekad. Secara tidak disengaja, kisah didalam #DuaKodiKartika pun banyak menunjukkan bagaimana keukeuhnya Bunda Tika dalam membangun keke.

Ketidaksengajaan yang harmonis ini akhirnya membentuk langkah marketing yang terpadu dan fokus. Dalam periode dagang kedepan, KeKe Busana berfokus untuk membahasakan nilai-nilai KeKe ke masyarakat. Kami tidak lagi berbicara tentang baju keke yang berkualitas, kaya akan desain dan tahan lama. Komunikasi itu kami anggap sudah selesai.

Pada tahapan selanjutnya, kami akan berfokus pada kerja yang membangun ikatan emosi antara pelanggan dan brand kami sendiri. Bahwa memakai produk KeKe artinya memilih jalan hidup yang keukeuh akan cita-cita baik. Setiap Anda melihat anak Anda memakai KeKe, kami berharap diri anda jadi lebih mencintai putra putri Anda, untuk kemudian merealisasikan rasa cinta itu dengan serius bekerja.

*****

Bunda Tika memulai bisnis karena rasa cinta yang besar kepada anak-anaknya. Ketika KeKe besar dan dinilai telah mampu memberikan yang terbaik untuk ketiga putrinya, Bunda Tika kemudian meluaskan cintanya kepada sesama. Bahwa bisnisnya adalah untuk masyarakat Bojong Gede tempat ia memulai bisnis. Jika KeKe besar, maka makin banyak orang-orang yanga akan mendapatkan manfaat dari KeKe.

Energi cinta ini kemudian kami angkat kedalam Film Dokumentar #DuaKodiKartika yang penayangannya akan menggunakan studio di bioskop-bioskop dengan metode Nonton Bareng.

Dengan metode marketing seperti ini, KeKe tidak hanya membelanjakan dana untuk membangun Brand, namun kami juga ingin membangun dunia entrepreneurship Indonesia. Kami tidak hanya branding, namun juga educating. Kami tidak hanya ingin membentuk market, tapi kami juga ingin membentuk karakter.

Besar harapan kami, film ini dapat menjadi jalan inspirasi bagi wanita-wanita di Indonesia, tentang bagaimana seorang wanita membangun bisnis keluarga, dan akhirnya melesat membesar tanpa diduga.

*****

Sahabat, langkah KeKe kali ini sangat dipengaruhi oleh pemahaman marketing hari ini. Bahwa pasar sudah perlahan menjauhi iklan dan senang akan cerita yang dibawakan. From advertising to story telling.

Tunggu cerita kami.

Rendy Saputra
CEO KeKe Busana

Dapatkan konten eksklusif dari zid Club dengan mendaftarkan diri via http://bit.ly/daftarzidclub

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
TIGA SELIMUT DOA
BALADA JIWA GENERASI KEDUA

Tagged on:                                     

Comments