11215739_1750022498615327_1137865874274083788_n

Di kisaran Maret 2014, kami KeKe Group menjadi sponsor utama event Islamic Book Fair di Senayan. Itulah kali pertama Saya bertemu Raline Shah. Maksud Saya begini, waktu itu 99 cahaya di langit Eropa sedang roadshow film. Disanalah Saya bertemu dengan Bang Ody Mulya produser Maxima. Dan memang ada Raline juga. Ngasih tau ajah.

Saya diminta naik ke panggung untuk menyerahkan bingkisan dari KeKe, Saya pun menghampiri semua pemain dan Mbak Hanum. Termasuk Raline. Tapi bukan itu bahasannya.

Orang terakhir yang Saya serahi bingkisan adalah Bang Ody, beliau dengan cekatan langsung memberi saya kartu nama : “Bro, dari KeKe ya, ntar ngobrol-ngobrol ya..”

Saya pun tak menyiakan kesempatan itu.

*****

Kami bertemu pertama kali di sentul Giant. Bang Ody sang produser film-film besar seperti 99 Cahaya, Assalamu’alaikum Beijing, hingga Bulan Terbelah, adalah sosok yang jauh dari kata gemerlap. Pertama kali bertemu dia, kami memilih duduk di foodcourt, dan dia lebih memilih pisang goreng ketimbang makanan eropa. Hehehe…

Bang Ody menawarkan kepada KeKe untuk menjadi sponsor di Assalamu’alaikum Beijing, tapi kami menolaknya. Saya kira perbincangan akan berakhir, ternyata Saya Salah, dia kemudian mengajari Saya banyak hal tentang dunia film. Semuanya. Hingga bagaimana bisnis modelnya.

Obrolan itu berlanjut dengan meeting-meeting kecil guna memfilmkan owner KeKe Busana : “Ika Kartika”. Maka di des 2015, Saya akhirnya menulis Buku Dua Kodi Kartika. Beberapa meeting dengan Bunda Tika pun berlangsung. Serius. Namun kami memutuskan untuk menunda proyek ini.

Meeting tinggal meeting, bahasan tinggal bahasan, riset demi riset hanya menjadi kenangan.

Saya lalu cukup terpisah dengan Bang Ody, kami jarang berkomunikasi. Saya juga tidak enak. Karena proyek Film Dua Kodi Kartika tidak kami lanjutkan. Saya menyangka Bang Ody terpukul.

Lama berselang, sebulan terakhir ini Saya tidak sengaja bertemu dengan sebuah “ide film” yang menggerakan hati. Saya kembali menghubungi Bang Ody. Ajaibnya, Bang Ody kembali hadir mengajari Saya banyak hal, tanpa ada ikatan bayar ini itu, tanpa ada janji perikatan share ini itu. Beliau hadir dengan tulus, bersilaturahmi, memberi banyak advice positif kepada kami.

Akhirnya, Bang Ody pun spesial di hati kami. Dan tim Film memutuskan menjadikan bang Ody sebagai “Guru”. Akan ada beberapa hal yang dikerjakan bersama. Bahkan secara profesional.

Kesabaran Bang Ody akhirnya menemukan jawaban. Hampir dua tahun proyek awal kami tersendat, namun beliau tetap tidak berubah sikapnya kepada kami. Dan itu membawa kebaikan kepadanya. Pantas jika Maxima besar.

*****

Tepatnya beberapa hari yang lalu, Keke Group ditawari “beli bisnis” oleh seseorang yang memiliki bisnis di bidang kuliner. Bisnisnya mau dijual, beserta asset-assetnya.

Ada angka yang akhirnya KeKe Group tawarkan, dan ajaibnya, beliau malah marah kepada Saya, dan akhirnya negosiasipun terputus. Saya juga akhirnya kehilangan selera.

“Oh.. Pak Rendy gak ngehargain bisnis Saya, Pak Rendy tega menilai segitu..”

Saya juga bingung, kenapa kok Saya malah dimarah-marahi.

Tapi saya coba tenang, dan bahkan meminta maaf apabila harga Saya gak masuk di akalnya. Padahal yang kami tawarkan bahkan bukan membeli penuh, namun masih sangat ingin memberikan ruang saham untuknya.

Ada masalah di manajemen. Ada masalah di sistem. Cashflow pun tidak benar-benar terbukti. royalti dari cabang juga kayaknya ilusi. Pedih deh. KeKe Group berkenan take over karena ingin membantu melesatkan bisnis beliau, malah kami di marah-marahi. Hehehehe…

Tapi semuanya berakhir. Dan kami di KeKe group akhirnya membangun data history untuk menandainya : bad habit.

*****

Teman, terkadang di bisnis ini, kita sangat perlu kecerdasan emosi. Bisa saja ada pelanggan yang rewel dan memancing amarah kita, lalu apa salahnya bersabar? Apa salahnya tidak membalas marah? Bukankah kedepan dia bisa menjadi pelanggan yang loyal?

Baik dengan pelanggan maupun dengan vendor. Alangkah baiknya kita bangun kecerdasan emosi. Pelajaran beberapa hari terakhir membuat Saya harus mendidik hati, bahwa melukai perasaan banyak orang hanya akan merugikan diri sendiri. Dan menjaga hubungan baik dengan banyak orang adalah jalan rezeki.

Semoga bermanfaat.

Rendy Saputra
CEO KeKe Group
(KeKe Busana, Berdaya Tour, Inspira Pictures)

Zid Notes :

Terima Kasih atas like, comment dan share Anda. Respon Anda insyaAllah menginspirasi kami untuk terus bergerak.

1. Ikuti tulisan Kang Rendy setiap hari via FB dengan bergabung di Group Zid Club. Klik http://bit.ly/zidclub | GRATIS

2. Dapatkan tulisan Kang Rendy melalui WhatsApp dengan mendaftarkan diri via WA ke 081288407094. Ketika nama – profesi – domisili. | GRATIS

3. Silakan akses seluruh tulisan yang pernah Kang Rendy tulis di http://keke.co.id/category/ceowords | GRATIS

4. Tersedia Group WhatsApp premium yang langsung dikelola oleh Kang Rendy. Info lebih lanjut hubungi 081288407094. | Berbayar

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
Celah Retak Perusahaan Keluarga
Bedah Kasus Bisnis : Dewa Eka Prayoga (DEP) dan Produk Digitalnya

Tagged on:                                     

Comments