12321321_1735933116690932_8114421139826784280_n

Beberapa hari terakhir, Saya telah meluncurkan program group whatsApp premium. Sebuah langkah edukasi bisnis berpendekatan konseling yang dibangun dengan platform online. Gagasan awal membangun grup WA ini sangat sederhana, Saya ingin meluaskan kebermanfaatan diri Saya secara efektif ke beberapa pengusaha menengah.

Hal lain yang mendasari lahirnya grup WA ini adalah ketertarikan Saya dalam melakukan “penyembuhan bisnis”. Baik untuk bisnis sendiri di KeKe Group, maupun di beberapa sahabat yang ingin dibantu.

Pekerjaan menjadi “dokter bisnis” ini terkadang masih menyisakan banyak tanya, apa benar sebuah bisnis membutuhkan seorang dokter? Lalu sebenarnya apa yang dilakukan oleh seorang dokter tersebut?

Semoga tulisan ini dapat membantu sahabat pebisnis dalam mengobati bisnisnya sendiri.

*****

Dibawah ini, Saya sampaikan infografik dari100firsthits.com. infografik tersebut menyampaikan 10 kesalahan terbesar banyak pengusaha pemula dalam mendevelop bisnisnya. Bahkan mungkin bisa jadi, hal tersebut juga merupakan kesalahan para pengusaha menengah.

Saya tidak akan menjelaskan semuanya, namun Saya akan menjelaskan tiga penyebab teratas saja.

1. Menyediakan sesuatu yang tidak diinginkan Pasar.
Ketika seorang pengusaha mencoba menghubungi Saya dan berbagi tentang masalahnya, hal pertama yang memang Saya uji dan tanya mendalam adalah tentang produk yang ia tawarkan. Apa yang ia jual? layanan seperti apa yang ia berikan? Karena hampir dari mereka semua menginginkan pertumbuhan. Lalu bagaimana mau bertumbuh jika produk tidak laku?

Seperti layaknya seseorang yang datang ke seorang dokter, pasien tersebut hanya dapat memberitahu gejala yang terjadi pada tubuhnya, dokterlah yang kemudian melakukan diagnosa dan uji lab. Sama dengan bisnis, terkadang banyak pengusaha yang sulit mendiagnosa bisnisnya secara objektif. Dan diagnosa yang paling efektif adalah mendiagnosa produknya.

Apakah produk Saya memang masih diinginkan pasar?
Apakah ada yang dapat hadir lebih baik?
Apakah produk Saya masih memiliki benefit?

Saran Saya, jika Anda mendapati gejala batuk-batuk pada bisnis Anda, cobalah lihat poin nomor 1 ini. Lakukanlah diagnosa secara sadar dan objektif. Saya ingatkan dengan penuh kasih sayang, ini adalah bisnis Anda, jalan penghidupan Anda, jika Anda tidak berani jujur brutal menilai produk Anda sendiri, Anda akan terbunuh dengan sendirinya. Sakit yang tidak disembuhkam itu berujung kematian.

2. Salah Rekrut
Harus disadari, bahwa bisnis itu kerja sebuah organisasi. Dan organisasi itu adalah kumpulan manusia. Jika Anda berbisnis, pastilah Anda akan membangun sekumpulan manusia yang bekerja dalam sebuah irama organisasi untuk mencapai sebuah tujuan bersama.

Awal-awal memang Anda akan sangat mampu menjalankannya sendirian, namun seiring pertumbuhan, Anda dipaksa oleh keadaan untuk merekrut banyak orang. Permasalahan yang terjadi di banyak organisasi UKM bahkan korporasi adalah “asal rekrut”. Dan ini penyakit yang cukup membuat bisnis Anda meriang disko.

“Manusianya dulu, baru kita bicara tentang apa dan bagaiman”

Begitulah kalimat tajam dari Jim Collins di Good to Great. Merekrut karyawan itu mirip-mirip dengan rekrutmen organisasi rahasia. Sebuah gerakan revolusi bawah tanah, harus memastikan bahwa setiap anggotanya siap dan mampu mengemban tugas gerakan. Tak jarang, seleksi demi seleksi dilakukan sebuah gerakan untuk mendapatkan Anggota terbaik.

Bisnis adalah gerakan, dia adalah gerakan pelayanan market melalui produk yang Anda tawarkan. Jadi, janganlah sembarangan dalam merekrut orang tuk bekerja didalam organisasi Anda. Lakukan seleksi yang ketat, barulah bai’at mereka jadi karyawan.

Maka jurus penyembuhan kedua yang biasa Saya lakukan dalam mengobati bisnis sendiri atau klien adalah dengan melakukan pengukuran pada kualitas SDM. Biasanya, Saya akan memastikan setiap SDM di ring 1 owner, apakah mereka sudah memiliki motif yang kuat untuk membangun organisasi. Lalu kemudian, Saya akan melihat secara general tentang bagaimana proses bisnis mereka dijalankan, sudahkah setiap orang didalam organisasi tersebut sadar bahwa mereka bekerja dalam sebuah alur organisasi, atau mereka hanya sekedar menari hidup.

Kehadiran Saya biasanya diikuti dengan badai resign dari beberapa lini. Ya wajar, karena Saya ingin menyembuhkan bisnis klien dari penyakit.

3. Fokus owner yang menyebar.
Saya memang jarang mendapati klien yang fokusnya kemana-mana, karena mereka yang tidak fokus biasanya enggan memakai konselor. Pebisnis UKM yang memiliki banyak bisnis biasanya merasa jagoan dan sulit mendengar. Nggak semuanya juga sih, tapi biasanya begitu.

Maka, jurus ketiga penyembuhan Saya kepada klien biasanya asalah dengan menggali sebuah hal penting dari seorang owner :

“Anda sebenarnya mau apa? Apa yang anda bayangkan dengan bisnis Anda 10 tahun mendatang? Apa hasrat terbesar Anda? Pelayanan terhadap market seperti apakah yang ingin Anda berikan?”

Saya akan sangat asertif ke klien tentang apa yang sebaiknya mereka pilih untuk menjadi fokus. Karena biasanya mereka adalah orang hebat yang energinya menyebar kemana-mana. Seorang pebisnis haruslah membangun fokus yang benar, karena Anda harus menyadari bahwa Anda tidak dapat melakukan semuanya. Anda harus berani mengurangi, mengenyampingkan yang tidak efektif, bekerja dengan fokus.

*****

Demikian apa yang Saya bisa sampaikan. Maaf tulisan ini hadir di malam hari, midweek adalah fase-fase yang sibuk dalam ritme aktivitas Saya. Rabu-kamis adalah hari networking. Semoga kehadiran tulisan di malam hari, tidak mengurangi kekhusyu’an pembelajaran teman-teman.

Salam,
Rendy Saputra
CEO KeKe Group

*****

Tertarik bergabung dengan WA Group Zid Club Premium? Silakan kirim message via WA dengan format :

“Tanya Group WA Berbayar” kirim ke 081288407094

Semoga manfaat.

Atau bisa bergabung dalam jaringan Broadcast Whatsapp dengan mengirimkan Nama_Profesi_Domisili

kirm ke 0812-8840-7094.

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
Bahaya Kepatuhan
Marketing Jalur Kontroversi

Tagged on:                                     

Comments