Rendy Saputra's photo.

Dalam kaidah transaksi, harga yang tertera diyakini senilai dengan manfaat yang terdapat didalam produk. Maka muncullah istilah ‘nilai setara’. Jika Anda membeli barang senilai 100 ribu, maka Anda akan mendapatkan benefit barang senilai 100 ribu juga.

Hal ini menjadi patokan seorang pebisnis dalam menentukan harga, berapa harga yang mereka patok adalah sesuai dengan nilai produk yang mereka ukur. Terbentuklah harga jual setelahnya.

Teori ini kemudian menjadi pusat fikiran Saya dalam beberapa hari terakhir, mungkinkah sebuah transaksi setara terjadi? Rasanya tidak mungkin. Mari Saya buktikan.

Saya berlangganan layanan penyedia koneksi internet. 1 bulan Saya bayar 355 ribu untuk penggunaan unlimited. Walau setelah 300GB kecepatannya menurun. Dan Saya boleh pakai selama 30 hari 24 jam non stop. Tetapi ketika jaringan terganggu, bayaran tagihan pun tak berkurang. Saya sedang membayar sesuatu dengan harga diatas apa yang Saya terima.

Lain waktu, Saya mengikuti pelatihan yang relatif murah. Kurang dari 2 juta rupiah dalam 3 hari pelaksanaan. Tetapi manfaat yang Saya rasakan jauh dari angka yang Saya keluarkan. Rasanya Saya hanya membayar biaya makan dan akomodasi selama pelatihan. Ditambah biaya operasional panitia. Kali ini, Saya membayar dibawah value yang Saya terima.

Intinya, Saya meyakini, tidak ada transaksi yang setara. Yang ada hanyalah 2 hal saja : pembeli yang kelebihan membayar, atau pembeli yang membayar kurang dari benefit yang diterima.

*****

Apa makna yang dapat kita ambil sebagai pebisnis?

Ketika kita menjual sebuah produk yang harganya diatas benefitnya, maka sebenarnya kita sedang menabung energi negatif kedalam bisnis kita.

Misalnya, kita menjual sebuah barang dengan harga 100, padahal nilai benefitnya hanya 60. Maka kita telah menabung energi negatif sebesar 40 point. Inilah yang membuat bisnis kita sulit bertumbuh, berat melangkah, sulit menembus pasar, dan relatif akrab dengan kesialan. Karena value yang kita berikan dibawah dari apa yang kita dapatkan.

Lain hal sebaliknya, jika kita menjual sebuah barang dengan harga dibawah nilai benefitnya, maka kita sedang menabung energi positif ke dalam bisnis kita.

Misalnya, kita menjual barang dengan harga 100, namun benefit produk yang dapat kita berikan adalah 150. Maka disaat yang sama, kita telah menabung 50 point energi positif kedalam bisnis kita. Energi inilah yang membuat banyak keberuntungan terjadi didalam bisnis kita.

*****

Dalam 2 pekan terakhir Saya berjualan modul digital Mentoring Melek Finansial. Alhamdulillah, pendaftaran telah ditutup dengan angka peserta yang mengejutkan.

Dalam dua pekan terakhir, fikiran Saya hanya tertuju pada Satu pertanyaan besar?

Bagaimana agar produk edukasi ini dapat memberikan benefit lebih dari apa yang telah mereka bayarkan?

Dari perenungan ini, muncullah ide hadirnya modul berkala sebanyak 10 modul setiap bulannya. Lalu hadir juga platform komunikasi dua arah di grup FB. Dan di bulan Agutus pun, manajemen sepakat untuk menambah materi modul. Dan member gelombang pertama tidak perlu membayar lagi.

Semangatnya hanya 1 : jangan sampai Saya dan tim manajemen MelFin menabung energi negatif. Tidak masalah jika Saya harus memberikan layanan diatas harga yang mereka bayarkan. No problem.

*****

Inilah semangat yang diajarkan di KeKe Busana. Bunda Tika selaku owner KeKe selalu mendidik kami tentang “nilai produk”.

“Kalo mulai jualan, perhatikan plastik kemasan baju, jangan sampai lusuh, ganti yang baru. Perhatikan baju yang dikirim, kalo ada cacat, jangan sampai lolos.”

Di lain kesempatan, dalam penentuan harga, bunda selalu mengingatkan kami,

“Ngambil untung jangan banyak-banyak. Yang penting produknya jalan dulu, konsumen puas, bahan bagus.”

*****

Sahabat pebisnis, mari kita telusur dan maknai bisnis kita hari ini,

Apakah layanan dan benefit yang kita berikan sudah diatas harga yang kita tentukan?

Apakah kita banyak menabung energi negatif? Atau kita banyak menabung energi positif?

Semoga artikel ini bermanfaat.

Rendy Saputra
CEO KeKe Busana
Http://teraskeke.com/

Bergabunglah dengan Komunitas Online Zidclub dan dapatkan tulisan Saya setiap harinya. Sign Up ke http://bit.ly/daftarzidclub

Share tulisan ini dengan menggunakan hestek ?#?SharingZidClub?

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
HADAPI ANGKA-NYA, JANGAN LARI!
JALAN REZEKI ITU BERNAMA KEFAHAMAN

Tagged on:                                         

Comments