CEO Words

Jumat, 17 April 2015

 

Energi itu bernama “Alasan Terdalam”

Akhir pekan ini KeKe kembali menggelar event. Dengan tajuk KeKe Colour festival, kami mengadakan lomba untuk anak-anak di Grand Yogya Kepatihan Ahad ini, tepat tanggal 19 April. Lalu disambung dengan konser CJR di Grand Serela di tanggal 25 April. Sebuah project besar yang cukup menyita energi.

Tak sengaja, di PestaWirausaha Saya bertemu dengan ustadz Bachtiar Natsir. Baru saja cium tangan, beliau lalu berkomentar positif…

“Wah, KeKe ada dimana-mana, di Islamic Book Fair ada, di Pesta Wirausaha ada, jangan lupa support hafizh quran trans 7 ya, ekspansi terus nih”

 

Inilah kami hari ini, kami memang hadir dimana-mana, ada dimana-mana. Publik seakan bertanya-tanya berapa banyak SDM kami. Sayangnya, ketika kami menyebut jumlah riil kami, banyak yang tidak percaya, karena relatif semua project ini di running oleh tim yang terbatas dan itu-itu saja. Ya kami-kami ini.

Kami KeKe People sangat-sangat menikmati kerja-kerja kami. Meeting-meeting panjang penuh kehangatan dan kelucuan disana-sini. Setiap orang boleh berbicara, boleh berpendapat, bahkan CEO pun bisa skak mat di meja rapat. Hehehe… canda dan kekonyolan pun terkadang hadir dalam forum-forum meeting kami.

Kami KeKe People tidak mengenal batas-batas jam kerja formal. Jika memang hal-hal harus dikerjakan lewat forum digital di whatsApp, semua tim dengan sukarela membantu. Dinamis sekali. Dan alhamdulillah, seperti nya sang lelah “kelelahan” mengejar kami.

Kami KeKe People juga dewasa dalam mengatur jam kerja, masing-masing menghitung waktu kerja over time nya, untuk kemudian dikonversi dalam voucher cuti. Masing-masing keke people pun mengukur pengambilan cuti, jangan sampai menghambat proses bisnis. Beberapa mengambil cuti disaat memang project tidak terlalu membutuhkannya. Dewasa sekali.

Banyak yang bertanya kepada kami, apa yang membuat kami bisa bekerja senyaman ini dan sekuat ini. Mungkin berikut penjelasannya, semoga Anda juga bisa menerapkannya dalam bisnis Anda masing-masing.

***

Sebagai dari kami adalah Generasi “Y”. Kami sangat menyadari bahwa kami generasi baru yang kritis dan penuh energi. Kami KeKe People, rata-rata lahir di era 80an dan 90an. Saat kami lahir, kami merasakan transformasi politik, teknologi, budaya dan sosial.

Kami lahir di era diktator yang kemudian tumbang. Kami juga lahir di era kaset pita kemudian berubah menjadi keping CD digital. Kami juga sempat merasakan disket dan kemudian flashdisk. Kami merasakan itu semua.

Kami lahir saat michael jackson lagi Jaya-jayanya, namun dengan begitu mengejutkan, kami juga melihat Nourman Kamaru bisa terkenal lewat youtube. Kami juga mengalami Krisdayanti yang harus ikut Asia Bagus, Namun kami juga mengalami hebatnya Raisa yang berkarir lewat Youtube. Kami adalah saksi mata, dimana dunia menjadi begitu datar. Siapapun bisa jadi bintang.

Kami hidup di masa informasi begitu mudah diakses. Tidak ada lagi media dominan, informasi-informasi minor juga dapat hidup lewat jejaring sosial yang dibangun bak gerakan bawah tanah.

Lingkungan tumbuh generasi Y yang begitu dinamis, membuat generasi kami kritis dan begitu egaliter. Generasi ini sebenarnya tidak begitu suka adanya struktur, birokrasi, dan aturan-aturan kolot. Kadang jadi masalah juga. Namun generasi ini juga gila kontribusi, karena “eksis” dan “pengakuan” menjadi mata uang emosi mereka.

Generasi ini tidak lagi dapat digerakkan oleh SOP semata. Sebelum bicara SOP, generasi Y ini perlu memahami alasan, untuk apa mereka melakukan ini dan itu, mengapa harus melakukan itu, mengapa.. mengapa dan mengapa. Seperti nama generasinya. GEN Y.. jadi nanya terus.. why.. why.. why.. heheh…

***

Sebelum kami melakukan sebuah program, kami selalu bertanya, mengapa kami harus menjalankan project ini? Apa gunanya? Mau kemana? Untuk apa? Dampaknya apa?

Didalam banyak forum KeKe People yang kami helat, kami selalu membahas kembali alasan kami. Kami selalu meluruskan kembali alasan kami.

Untuk apa kami bekerja keras membesarkan KeKe? Mengapa kami harus bekerja ekstra? Mengapa kami harus bekerja kreatif, bekerja penuh inovasi, mengapa kami harus terus berfikir?

Menemukan alasan terdalam dan mencari jawaban : mengapa kami melibatkan diri di KeKe Busana, merupakan cara terbaik kami menemukan energi.

Apa alasan kami? Bersambung besok ya…

Thx sudah mau share.. GO VIRAL

 

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
Bukan Perkara Besarnya Anggaran
Deudeuh dan Revolusi Pemasaran

Tagged on:         

Comments