CEO Words

Senin, 20 April 2015

Bukan Perkara Besarnya Anggaran

Kurang lebih 3 minggu yang lalu, sebuah keputusan besar diambil. KeKe Busana akhirnya memutuskan untuk mengadakan konser CJR sebagai langkah branding dan penetrasi Pasar kota Bandung. Walau melalui proses yang panjang, alhamdulillah KeKe dan INBEK Management mencapai kesapakatan. Sebuah langkah berani bagi brand KeKe yang baru saja melakukan transformasi bisnis.

Waktu yang sempit dan anggaran yang terbatas merupakan tantangan manajemen. Kami KeKe People selalu berprasangka baik, bahwa keterbatasan anggaran ini adalah pemicu keluarnya potensi terbaik kami. Anggaran terbatas membuat kami berfikir dan bekerja 100 kali lebih giat dari orang lain.

Secara anggaran, kami tidak dapat melakukan publikasi yang berarti. Anggaran sudah dialokasikan untuk event KeKe Festival di Grand Yogya Kepatihan dan Operasional Konser CJR. Tiket yang hanya 50 ribu per orang, membuat konser ini benar-benar “terjangkau” bagi sahabat Keke, agar bisa nonton Konser CJR. Biasanya konser CJR dibandrol di angka 200 ribu sampai dengan 450 ribu.

Kami terus memutar otak dan perasaan. Proyek ini sudah menghabiskan banyak uang. Kami tidak boleh menyerah di titik publikasi.

***

Gaya kerja yang dinamis dan diluar kewarasan membuat Saya teringat dengan billboard Telkomsel Bogor. Beberapa bulan yang lalu, billboard Telkomsel pernah bekerjasama dengan sebuah event. Jika mereka bisa, mengapa KeKe tidak bisa.

Waktu sudah menunjukkan kurang dari dua minggu. Dalam kurang dari 2 minggu lagi, konser berlangsung. Hatiku bergumam ..

“Telat Rend, Telkomsel butuh waktu untuk pertimbangan dan lain-lain. Tidak mungkin. Tidak bisa. Susah.”

Ditengah gumam negatif itu, Saya teringat perkataan Bunda Tika, pemimpin kami, pemilik KeKe Busana..

“KeKe itu KeuKeuh, menjadi yang terbaik itu.. harus ngotot.. ngototlah untuk menjadi yang terbaik”

Mendadak darahku deras mengalir, dan langkah gesit pun kami lakukan. Keyakinanku pada tim KeKe yang gesit dan lincah menambah kepercayaan diriku.

***

Sejurus kata, kami berhasil mendapatkan kontak teman-teman Marketing Telkomsel Area Bandung. Sebuah forum WA Digital kami helat. Alhamdulillah, teman-teman Telkomsel ini juga gesit dan mengesankan. Wajar menjadi selular nomor satu.

 

Alhamdulillah, dalam kurun waktu kurang dari 3 hari negosiasi, kami berhasil mencapai kesepakatan dengan Telkomsel. Sebuah Billboard pun tegak di Jalan Setiabudhi. Logo KeKe yang dulunya hanya tergolong industri baju rumahan, kini berkibar tegak bersama Telkomsel di jalan utama Bandung. Haru dot com. Hehehe..

 

Tulisan ini juga merupakan apresiasi Saya kepada KeKe People yang loyalitasnya hingga langit ke tujuh. Seperti kesebelasan yang terus merajai pertandingan disana sini dan pulang memboyong banyak trofi.

***

Tulisan ini Saya hadirkan sebagai pemelajaran bagi rekan-rekan pebisnis. Khususnya rekan-rekan UKM yang anggarannya sangat terbatas. Bahwa anggaran atau uang, bukanlah segalanya.

Anggaran kita boleh terbatas, tetapi semangat kita haruslah seluas alam semesta.

Pengalaman kita mungkin tidak banyak, namun jiwa kita haruslah berani mencoba hal-hal baru.

Anggaran terbatas dapat dirobek dengan kegesitan. Gesitlah kawan, jangan sampai : sudah mah uang terbatas, malaspun mendarah daging.

Sungguh-sungguh Kami menyadari, melesatnya bisnis bukanlah perkara besarnya anggaran.

 

Thx to Telkomsel, CJR, Grand Yogya Kepatihan..

 

Love You KeKe People!!!

IMG-20150418-WA0021web-01

 

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
Quartal akhir 2012, seorang kenalan tiba-tiba mengirimkan pesan lewat BBm kepada Saya..
Energi itu bernama "Alasan Terdalam"

Tagged on:         

Comments