12495112_1737232109894366_5470831630716431076_n

 

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain. Oleh karena itu, seorang pakar kepemimpinan dunia, Jhon C. Maxwell mengungkapkan makna terdalam dari sebuah kepemimpinan,

“Kepemimpinan adalah tentang mempengaruhi orang lain, tidak lebih dari itu”

Maka kita menyadari bahwa tingginya jabatan belum tentu tingginya kepemimpinan, karena bisa saja, tingginya jabatan tidak seiring dengan tingginya pengaruh. Demikian pula apabila seseorang memiliki jabatan yang rendah, bukan berarti dia tidak memiliki kepemimpinan yang baik. Sangat banyak organisasi bisnis yang terpengaruhi oleh sosok-sosok yang berada ditengah hirarki piramid, bukan di puncak piramid.

Tentang bagaimana mempengaruhi tim, Saya akan membahasnya pada tulisan-tulisan berikutnya. Kali ini Saya akan membahas tentang bahayanya sebuah kepatuhan tanpa antusiasme.

*****

Ketika seorang pemimpin ingin memberikan pengaruh kepada sub-ordinatnya, setidaknya ada 3 respon yang akan ia terima :

1. Komitmen
Setuju, antusias dan penuh inisatif dalam melaksanakan tugas.

2. Patuh
Sekedar melakukan tanpa antusiasme dan inisiatif.

3. Perlawanan
Menentang, menghindar atau membangkang.

Sebaik-baik pemimpin adalah mereka yang dapat mendorong timnya untuk bekerja secara antusias dan penuh inisiatif. Dorongannya bukan lagi dari luar, namun sudah dari dalam. Organisasi bisnis yang hebat adalah organisasi yang dipenuhi oleh orang-orang yang memang memutuskan untuk berkomitmen. Mereka sadar atas pilihan mereka. Setuju dan kemudian bergerak dengan hati.

Respon yang paling rendah adalah perlawanan. Ada sebagian orang dalam tim Anda yang berani membangkang keputusan, melawan, bahkan cenderung menghambat proses. Walau respon ini mengerikan, namun Saya jamin respon seperti ini tidak berbahaya, karena para pembangkang akan pergi dengan sendirinya. Tunggu saja waktunya. Jika tidak pergi, tugas organisasilah yang harus membuat orang-orang ini pergi.

Yang berbahaya justru ada pada respon nomor 2 : yaitu patuh. Kepatuhan tanpa gairah antusiasme inilah yang mematikan organisasi. Dan ini justru berbahaya. Mengapa kepatuhan ini Berbahaya, sila simak paparan Saya berikut ini.

1. Kepatuhan menipu Pemimpin.
Ketika Anda memerintahkan sesuatu, dan kemudian tim Anda bergerak bekerja, Anda merasa bahwa Anda sudah OK. Padahal tim Anda bekerja karena keterpaksaan. Mereka patuh karena tidak ada pilihan. Walau menurut mereka perintah Anda tidak rasional sekalipun.

Kepatuhan buta seperti ini biasa terjadi pada organisasi yang merekrut SDM dengan kapasitas rendah. SDM di level ini memilih untuk taat, karena bagi mereka, bisa bekerja saja sudah bagus. Mereka pasti akan patuh. Selama Anda gaji.

Tapi yang jadi masalah, kepatuhan mereka kosong tanpa energi. Mereka melangkah tanpa memahami mengapa mereka harus melangkah. Mereka bekerja hanya sekedar menyelesaikan jam kerja. Menunggu jam 17. Menghabiskan tugas-tugas. Secara tidak Anda sadari, Anda sedang bekerja dengan pasukan zombie.

Kepatuhan yang terlihat apik ini menipu diri Anda. Bisa saja sebenarnya mereka patuh karena putus asa memberi masukan kepada Anda. Anda keras kepala. Anda tidak mau mendengar pandangan orang lain. Anda selalu merasa benar. Sehingga tim Anda memilih patuh dalam kepasrahan. Lagi-lagi Anda merasa OK. Dan turunan dari merasa “OK” ini adalah berhentinya proses belajar menjadi pemimpin. Sungguh berbahaya.

2. Kepatuhan tanpa antusiasme, mematikan ruh bisnis.
Pernahkah Anda masuk ke sebuah front office sebuah bisnis jasa. Bisa bimbel, umroh, atau bahkan pijat family. Dalam 5 menit, Anda dapat merasakan apakah petugas Admin di front office itu berbahagia atau tidak. Kebahagiaan mereka akan berpengaruh pada keputusan Anda berikutnya.

Bagaimana mungkin kita percaya bahwa mereka bisa melayani dengan baik, apabila melayani karyawannya saja gagal. Jika kita melihat wajah-wajah admin yang frustasi dan tak bernergi, kita dapat memutuskan bahwa ada yang salah dalam organisasi ini.

Catatan : mereka patuh, duduk di front office, menyelesaikan semua tugas admin, pulang sesuai shift jadwal, tetapi mata mereka kosong tak bermakna. Customer dapat merasakan aura zombie dari tim Anda. Sedangkan Anda hanya bisa mengukur proses fisiknya : mereka sudah jaga front office. Lagi-lagi anda terkena ilusi kepatuhan.

3. Anda tidak bisa menyalahkan orang-orang yang patuh.
Ketika ada orang yang patuh, Anda tentu tidak bisa menegurnya, karena memang dia patuh. Namun Anda pasti bingung, mengapa SOP yang dilaksanakan tak kunjung membuahkan penjualan? Jawabannya ada pada ruh antusiasme. Mereka zombie. Zombie tidak punya ruh untuk menghadirkan pengaruh ke customer.

Ketika Anda bekerja dengan para Zombie, Anda tidak akan mampu menegur mereka, karena lagi-lagi zombie ini mengikuti aturan, melaksanakan tugas bahkan tanpa sisa. Sayangnya tidak ada alat ukur antusiasmeter. Antusias ini memang tidak bisa diukur, Anda tidak bisa menembak tim Anda dengan pernyataan :

“Antusias donk bro, kok kayaknya gak ada energinya sih?”

“Saya antusias pak, Saya berenergi, kalo gak bernergi, jelas Saya gak akan bisa ngomong, Bapak belajar fisika gak?”

Hayo loooo….

*****

Tidak ada pilihan lain. Seluruh tim kita harus kita naikkan menuju respon komitmen. Kita sangat perlu membangun tim yang antusias melayani customer, antusias menyiapkan supply produksi, antusias dalam memperkenalkan produk dan antusiasme yang lainnya. Kita tidak hanya perlu sekedar kerja dan bergerak. Namun jauh dari itu, kita perlu membangun tim yang antusias. Tak hanya sekedar patuh.

Bagaimana membangun tim yang antusias? Sila baca kembali tulisan-tulisan Saya terdahulu di http://ke
ke.co.id/ … kanal CEO words.

Terima kasih, semoga zombie-zombie Anda hidup kembali.

Rendy Saputra
CEO KeKe Group

*****

Jika artikel ini bermanfaat, silakan share ke jejaring persahabatan Anda.

Untuk pengguna WhatsApp, silakan daftarkam nomor WA Anda tuk mendapatkan broadcast tulisan Saya setiap hari.

Ketik : Nama – profesi – domisili kirim ke 081288407094

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
Era Para Penembak Jitu
Jurus Mengobati Bisnis

Tagged on:                                     

Comments