13230169_1766216970329213_8772791803386087632_n

Belum pernah Saya berkisah tentangnya. Karena terlalu pilu. Dia pun berpesan, agar jika pun Saya memutuskan untuk menceritakan kisahnya, Saya dilarang menyebut kota, jenis bisnis, dan hal-hal yang bisa menjurus padanya.

Saya hanya diperbolehkan untuk menceritakan betapa pilu jalan hidupnya. Semua terungkap setelah Saya memahamkan sebuah pemahaman bisnis kepadanya, dirinya berujar dengan mata berkaca-kaca,

“Andai Saya Tahu ini lebih awal Rend, tidak perlu harus begini”.

*****

Sosok muda ini anak yang baik. Sekeluarnya dari kampus, ia membangun sebuah bisnis jasa. Setahap demi setahap. Mungkin amal sholihnya yang membuat semua jalan bisnis menjadi begitu mudah. Pasar menerima produknya. Bisnisnya pun laris di tahun pertama buka.

Di tahun kedua, sosok mitra yang baik mengijinkannya menggunakan propertynya. Dia dipersilakan membayar sewanya secara bertahap. Lompatan dukungan fasilitas property ini mendorong bisnisnya bertumbuh 12 kali dari besaran tahun pertama.

Menginjak tahun ketiga, Dia kemudian sedikit terlupa. Ia terlupa untuk belajar. Sifat sok tahunya mengakar. Dia kemudian merasa jago. Hingga akhirnya tidak membekali diri dengan banyak skill bisnis.

Sahabat-sahabat nya pun banyak yang memuji bisnisnya. Tak sedikit satu dua sahabat yang menitipkan modal bisnis ke dia. Satu orang, dua orang, hingga beberapa orang. Semua diterimanya tanpa pemahaman yang baik tentang apa itu uang, Apa itu angka dalam bisnis. Semua dia terima dengan niatan bagaimana membesarkan bisnisnya dan kemudian memberi balas hasil yang maksimal ke sahabat-sahabatnya.

Kisah ini pun berlanjut, orang baik yang “tidak mampu” ini kebanjiran kepercayaan. Seperti analogi seorang baik yang tidak bisa menyetir mobil, jika dipaksa menyetir, akan menabrak juga. Karena bisnis bukan hanya butuh niat baik, tapi juga kemampuan yang baik.

Kepercayaan sahabat-sahabatnya harus berujung pada gagalnya bisnis. Yang semula sahabat, sebagian kemudian mengumpat dan menghujat. Sebagian besar memilih mengambil jarak. Dan inilah hukuman yang paling berat menimpa jiwanya : kehilangan kepercayaan.

Kediaman dan kendaraannya harus habis tak bersisa. Keluarganya harus memulai hidup dari nol sambil terus berusaha mencicil “titipan” sahabat-sahabat yang belum kembali.

Rumah Tangganya pun tak luput dari goncangan ke titik perceraian. Kesehatannya pun terganggu. Kelam sekali. Anak-anaknya kehilangan sosok Ayah. Karena dia harus bekerja dari membuka mata hingga menutup mata. Pilu sekali.

Hati Saya pilu mendengar paparannya, karena Saya tahu dia orang baik. Saat ini, Dia hanya mampu menyimak hidup sahabat-sahabatnya melalui instagram. Dia sudah tidak dianggap lagi menjadi sahabat, tidak ada undangan pernikahan yang hadir, entah sahabatnya faham dia tak akan hadir, atau memang sahabatnya sudah lagi tidak menganggapnya sebagai sahabat. Pilu.

Mengambalikan nama yang sudah jatuh ke comberan sungguh bukan hal yang mudah. Usianya masih muda namun selentingan negatif terus menghantui dirinya. Pertemuan kami diakhiri dengan kalimat yang Saya gak bisa lupakan,

“Andai Saya tahu ilmu ini sedari awal Rend, tentu Saya sadar betapa bisnis Saya dahulu diisi oleh liabilitas yang dominan di pasiva. Andai saya faham mana Debt dan mana Equity, tentu gak harus begini. Berandai-andai pintu masuk setan Rend, doain Saya bisa menyelesaikan semuanya. Thx sudah sharing ilmu ini sama Saya”

Semoga.. mari mendoakan dirinya.. dan semoga kita tidak perlu mengalaminya…

Rendy Saputra
CEO KeKe Group
Mentor www.MelekFinansial.co

******

Share tulisan ini dengan hestek ?#?SharingMelekFinansial?, dapatkan kejutan dari KeKe Busana.

Zid Notes :

Terima Kasih atas like, comment dan share Anda. Respon Anda insyaAllah menginspirasi kami untuk terus bergerak.

1. Ikuti tulisan Kang Rendy setiap hari via FB dengan bergabung di Group Zid Club. Klik http://bit.ly/zidclub | GRATIS

2. Dapatkan tulisan Kang Rendy melalui WhatsApp dengan mendaftarkan diri via WA ke 081288407094. Ketika nama – profesi – domisili. | GRATIS

3. Silakan akses seluruh tulisan yang pernah Kang Rendy tulis di http://keke.co.id/category/ceowords | GRATIS

4. Tersedia Group WhatsApp premium yang langsung dikelola oleh Kang Rendy. Info lebih lanjut hubungi 081288407094. | Berbayar

Rendy Saputra
Menjadi Direktur KeKe Busana, tidak menghalangi Rendy Saputra untuk menjadi pembicara publik di bidang manajemen, industri dan pengembangan diri. Kang Rendy juga menjadi host di acara TV “Mentoring Bareng Kang Rendy” di YMTV. Anda bisa terhubung dengan Kang Rendy lewat twitter dan email berikut.
MAZHAB RASIONAL KEKE GROUP
RELEVANSI AADC 2 DAN MY STUPID BOSS

Tagged on:                                             

Comments